Tenggarong – Pencari kerja di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tidak harus datang langsung ke kantor untuk mengurus administrasi ketenagakerjaan. Melalui digitalisasi layanan, pembuatan kartu kuning atau AK-1 sudah dapat dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Siap Kerja.
Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Digitalisasi dinilai penting karena kondisi geografis Kukar membuat sebagian masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan administrasi.
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan layanan digital tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengurus kebutuhan ketenagakerjaan dengan lebih mudah. Pencari kerja cukup menyiapkan perangkat dan dokumen yang menjadi persyaratan.
“Misalnya ada pencari kerja dari kecamatan yang jauh seperti Tabang, mereka tidak perlu datang ke kantor. Cukup menggunakan gawai, melengkapi persyaratan dan mengunggah dokumen melalui aplikasi Siap Kerja, kemudian kartu kuning bisa dicetak sendiri,” ujar Dendy, Rabu (7/10/2026).
Menurut Dendy, kemudahan tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari penerapan layanan ketenagakerjaan berbasis digital. Pencari kerja dari wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan tidak lagi harus mengalokasikan waktu dan biaya perjalanan hanya untuk mengurus kartu kuning.
Selain pembuatan AK-1, sistem tersebut juga menyediakan informasi mengenai lowongan pekerjaan. Saat ini terdapat tujuh lowongan pekerjaan yang telah tersedia melalui layanan tersebut. Kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan masih didominasi sektor pertambangan, termasuk posisi operator alat berat.
Untuk mengakses informasi tersebut, pencari kerja dapat membuka laman siapkerja.kukarkab.go.id. Setelah masuk ke dalam sistem, pengguna dapat memilih menu lowongan pekerjaan untuk melihat posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan beserta persyaratan yang harus dipenuhi.
Dengan demikian, fungsi layanan digital tersebut tidak hanya sebatas mengurus dokumen administrasi. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi mengenai peluang kerja yang tersedia sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dendy berharap keberadaan sistem digital tersebut dapat memperluas akses layanan ketenagakerjaan hingga ke wilayah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan. Menurutnya, masyarakat tidak semestinya mengalami kesulitan mengakses layanan hanya karena faktor jarak.
Kehadiran aplikasi Siap Kerja juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan. Melalui perangkat yang dimiliki masyarakat, proses administrasi dan pencarian informasi pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus selalu dilakukan secara tatap muka.
“Harapannya, pencari kerja tidak lagi harus mencari lowongan satu per satu. Ketika kompetensinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan, informasi pekerjaan bisa langsung diterima sehingga prosesnya menjadi lebih praktis dan tepat sasaran,” tambah Dendy.
Dengan layanan tersebut, pencari kerja Kukar kini memiliki akses yang lebih sederhana untuk mengurus kartu kuning sekaligus mencari peluang pekerjaan. Digitalisasi diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak layanan ketenagakerjaan dapat diakses masyarakat secara cepat dan mudah.
![]()







