Kukar – Di tengah geliat pembangunan desa, Desa Sebulu Modern di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, mulai menapaki jalur kemandirian ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mereka kelola sendiri. Sejak berdiri pada 2020, BUMDes Modern Prima telah menjadi simbol semangat warga desa untuk memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
BUMDes Modern Prima saat ini telah aktif mengelola beberapa unit usaha berbasis jasa. Mulai dari penyewaan tenda, kursi, perlengkapan pesta, hingga layanan sound system, semua menjadi bagian dari roda ekonomi yang kini berputar di desa. “BUMDes ini kita rintis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memaksimalkan peluang yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, Senin (26/5/2025).
Menurut Joemadin, keberadaan unit usaha jasa penyewaan cukup diminati karena banyaknya kegiatan sosial di desa dan wilayah sekitar. Hal ini membuat roda perputaran ekonomi lokal menjadi lebih hidup, sekaligus memberikan pemasukan bagi kas desa. Sebelumnya, BUMDes juga sempat mengelola usaha penggilingan padi. Namun, usaha tersebut sementara waktu dihentikan karena terkendala bahan baku.
“Gilingan padi sempat berjalan, tapi karena pasokan gabah terbatas, untuk saat ini belum kita lanjutkan,” ungkapnya. Meski demikian, semangat untuk terus berkembang tak surut. Pemerintah desa sedang mempertimbangkan untuk memperluas unit usaha BUMDes ke sektor-sektor potensial lainnya yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan peluang desa.
Salah satu hal yang kini menjadi perhatian adalah rencana hadirnya Koperasi Desa Merah Putih. Meski program tersebut dinilai baik, Joemadin menyebut pihak desa masih akan mempelajari lebih lanjut mekanisme dan petunjuk teknisnya. “Tujuannya baik, tapi kami tidak ingin BUMDes yang sudah dirintis ini justru tersingkir. Maka dari itu, kami harus pelajari betul-betul agar tidak ada tumpang tindih,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa BUMDes adalah bagian dari strategi desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, BUMDes diharapkan mampu menjadi pilar pembangunan ekonomi lokal. “BUMDes ini bukan sekadar lembaga usaha, tapi motor penggerak ekonomi desa. Dari sinilah PADes tumbuh, dan kesejahteraan warga bisa meningkat,” tutup Joemadin.
Dengan langkah-langkah strategis yang terus dikembangkan, Desa Sebulu Modern membuktikan bahwa kemajuan tidak harus datang dari luar, tetapi bisa tumbuh dari tangan-tangan warga desa sendiri, dengan semangat gotong royong dan visi kemandirian. (Adv)
![]()







