Potretkata, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang tengah mengajukan usulan pembangunan hidran baru untuk memperkuat sistem keselamatan di lingkungan rumah sakit. Ketua Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) RSUD, Sadryani M Said, menyampaikan bahwa hidran di dalam gedung saat ini tidak berfungsi akibat kerusakan pada pipa air, sementara hidran luar hanya tersedia di gedung A.
“Untuk gedung B belum ada hidran yang terkoneksi. Ini menjadi perhatian kami, karena keselamatan pasien dan tenaga medis adalah prioritas utama,” ujarnya belum lama ini.
Dia menjelaskan, membangun hidran baru lebih efektif daripada memperbaiki pipa lama, mengingat banyak pipa yang sudah mengalami erosi.
“Kalau dipaksakan memperbaiki, risikonya besar karena kita tidak tahu berapa banyak pipa yang sudah rusak. Lebih baik membangun sistem baru agar lebih aman,” ucapnya.
Pun ia menekankan bahwa hidran merupakan fasilitas vital di rumah sakit, bukan hanya untuk perlindungan pasien, tetapi juga untuk melindungi aset medis dan ruangan perawatan. Kebakaran di rumah sakit bisa berdampak fatal, karena ada pasien yang tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, adanya hidran membantu mengendalikan api secara cepat.
Saat ini, usulan pembangunan hidran baru sudah diajukan ke pemerintah daerah. Meski belum masuk dalam anggaran tahun ini, Sadryani berharap rencana tersebut segera mendapat respons positif.
“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas keselamatan. Ini bukan hanya untuk karyawan RSUD, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Bontang yang datang berobat,” jelasnya.
Sadryani menegaskan bahwa keselamatan di RSUD Taman Husada bukan hanya tanggung jawab tim K3, melainkan seluruh tenaga medis dan staf yang bekerja di rumah sakit.
“Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak demi keamanan bersama,” tutupnya. (Adv/Ira)
![]()







