Kukar – Di tengah geliat pembangunan desa yang terus digenjot, Pemerintah Desa Sebulu Modern di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, tak henti menyuarakan satu harapan besar warganya yaitu perbaikan jalan utama penghubung antara Sebulu dan Beloro sepanjang enam kilometer.
Sudah empat tahun lamanya aspirasi ini disampaikan melalui berbagai jalur resmi, namun perbaikan yang dinanti belum juga terealisasi. Padahal, menurut Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, kondisi jalan tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat desa, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil. “Kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Petani kesulitan mengangkut hasil panennya, sedangkan pedagang mengalami hambatan dalam mobilitas,” ujarnya, Senin (26/5/2025).
Kerusakan jalan tak hanya menghambat distribusi barang, tetapi juga membuat ongkos transportasi melonjak. Tak jarang, warga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kendaraan atau bahkan mengalami kerusakan kendaraan karena medan yang buruk.
Joemadin menilai, jalan ini memiliki peran strategis dalam mendukung perputaran roda ekonomi masyarakat. Tak hanya sebagai akses menuju lahan pertanian dan pasar, tetapi juga jalur utama aktivitas sosial warga. “Jalan ini bukan hanya infrastruktur fisik, tapi jalur kehidupan bagi masyarakat kami,” tegasnya.
Meski realisasi perbaikannya belum terealisasi, Pemdes Sebulu Modern tidak tinggal diam. Mereka terus mengawal aspirasi warga melalui forum-forum perencanaan resmi seperti Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan, dengan harapan suara masyarakat bisa segera diterima sebagai prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, berbagai upaya peningkatan infrastruktur lain terus dijalankan di tingkat desa. Mulai dari perbaikan saluran air, pembangunan fasilitas publik, hingga penguatan sektor ekonomi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Joemadin pun mengajak semua pihak baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, untuk bersinergi demi mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ia percaya, dengan kolaborasi dan kemauan politik yang kuat, persoalan akses jalan ini bisa segera teratasi. “Harapan kami, perbaikan jalan ini bisa segera masuk ke dalam skala prioritas pemerintah. Ini demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat gotong royong dan visi membangun dari pinggiran, Desa Sebulu Modern membuktikan bahwa aspirasi warga bukan sekadar keluhan, tapi cermin kebutuhan yang lahir dari pengalaman nyata sehari-hari. Kini, tinggal bagaimana pemerintah di level atas menyambut dan merespons harapan tersebut. (Adv)
![]()







