SAMARINDA – Akses perbankan bagi badan usaha milik desa (BUMDes) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Dari 139 BUMDes yang ada, baru 49 yang berbadan hukum dan 14 di antaranya telah menjalin kerja sama dengan Bankaltimtara.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Kutim memperkuat sinergi dengan perbankan. Kerja sama dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergi Pengembangan Ekosistem Desa antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim dan Bankaltimtara Cabang Kutim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Rabu (12/8/2026).
PKS ditandatangani Plt Kepala DPMDes Kutim, Trisno, dan Kepala Bankaltimtara Cabang Kutim, Mardiansyah. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, turut menyaksikan kegiatan tersebut mewakili Bupati Kutim.
Rizali mengatakan pemerintah daerah akan mendorong BUMDes yang belum bekerja sama dengan perbankan agar memanfaatkan peluang tersebut.
“Selama ini masing-masing BUMDes mengajukan sendiri untuk kerja sama dengan Bankaltimtara. Sekarang sudah ada kesepakatan dengan pemerintah daerah. Kita akan mendorong BUMDes yang ada untuk menindaklanjuti kerja sama ini,” jelasnya.
Menurut Rizali, dukungan yang dibutuhkan BUMDes tidak hanya berupa pembiayaan. Kemampuan administrasi dan pengelolaan keuangan juga perlu diperkuat agar usaha dapat berkembang secara sehat.
“Dukungan Bankaltimtara selain dari sisi permodalan juga berkaitan dengan teknis lainnya, termasuk administrasi keuangan. Ini penting agar BUMDes semakin siap dalam mengembangkan usahanya,” katanya.
Kepala Bankaltimtara Cabang Kutim, Mardiansyah, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi desa yang belum memiliki kemitraan dengan perbankan.
“Kami mengharapkan sinergi ini terus berjalan. Untuk desa-desa yang belum ber-PKS dengan kami, kami berharap bisa segera bekerja sama, supaya ekosistem perekonomian yang ada di desa tersebut bisa berjalan lebih cepat dan otomatis juga bisa menambah PAD bagi desanya,” ujar Mardiansyah.
Ia menambahkan, layanan perbankan juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat desa.
“Kami berharap bukan di BUMDes-nya saja. Masyarakat desa yang ada di desa-desa yang sudah bekerja sama juga bisa masuk dan mendapatkan pelayanan perbankan dari kami,” katanya.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







